LEGENDA KOTA POMPEII
Pompai adalah sebuah kota zaman
Romawi kuno yang terletak pada koordinat 400450 LU 140290
BT sebelah tenggara Kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania,
Italia. Kota ini dahulu merupakan daerah
yang dekat dengan pantai, didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci, yaitu sekelompok
masyarakat Itali Tengah.
Pompeii dihuni oleh penduduk yang
cukup banyak jumlahnya dan hidup makmur, karena daerah pertaniannya yang subur.
Kota ini juga dekat dengan pantai, sehingga digunakan sebagai pelabuhan yang
aman oleh para pelaut Yunani dan Fenisia. Namun hidup dalam kemakmuran tidak
menjadikan penduduk Kota Pompeii menjadi orang-orang yang pandai bersyukur.
Catatan sejarah mengatakan bahwa
kota Pompeii terkenal dengan daerah yang penuh dengan kemaksiatan. Seluruh
wilayah kota dipenuhi dengan tempat-tempat perzinahan, dan perilaku sodom. Kota
Pompeii menjadi simbol dari kemerosotan akhlak kekaisaran bangsa Romawi, hingga
akhirnya kota Pompeii tercatat sebagai pusat kemaksiatan terbesar di dunia pada
saat itu.
Masyarakat Kota Pompeii sebagian
besar menganut kepercayaan Mithra, yaitu kepercayaan yang menyembah dewa
matahari, Dewa Falus. Mereka beranggapan bahwa organ-organ seksual dan hubungan
seksual adalah sesuatu yang dianggap wajar dan perilaku seksual tidak untuk
dilakukan ditempat yang tersembunyi. Menurut kepercayaan mereka perilaku
seksual itu harus dipertontonkan secara terbuka.
Gunung Vesuvius adalah sebuah gunung
berapi di dekat Teluk Naples di Italia. Gunung ini telah meletus lebih dari 50
kali, dan letusan yang paling terkenal adalah ketika gunung berapi mengubur
kota Pompeii Romawi kuno di bawah lapisan tebal dari abu vulkanik
Pada 62 M, terjadi gempa bumi yang
hebat sehingga menimbulkan kerusakan yang cukup parah di Kota Pompeii, namun
Pompeii berhasil dibangun kembali. Gempa ini disebabkan oleh meningkatnya magma
yang terdapat di dalam gunung berapi. Kemudian, gempa pun kembali terjadi pada
64 SM, tetapi lebih ringan dari pada gempa sebelumnya sehingga tidak menimbulkan
kerusakan.
Pada awal Agustus 79, mata air dan
sumur-sumur pun mengering. Getaran-getaran gempa ringan mulai terjadi. Namun
peringatan itu tidak disadari orang-orang, dan pada sore hari 24 Agustus 79
sebuah ledakan Gunung Vesuvius pun mematikan Kota Pompeii. Tanpa ada jalan
keluar, Gunung Vesuvius meletus diiringi hujan debu, awan panas serta lava
pijar. Awan panas yang muncul setelah kubah lava runtuh memanggang Pompeii, dan
hujan abu vulkanik mengubur penduduk hidup-hidup. 20.000 orang penghuninya terjebak.
Kota yang berdiri di bawah pemerintahan Kaisar Romawi Nero lenyap seketika.
Terkubur lahar panas dan debu sedalam hingga tiga meter dan menyebabkan kota
ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali secara tidak sengaja.
Kota ini ditemukan kembali pada 1599
oleh seorang arsitek bernama Fontana, namun
membutuhkan waktu lebih dari 150 tahun untuk bisa mengupayakan pembebasan kota
ini dari timbunan abu vukanik dengan ketebalan 82 kaki. Dari hasil penggalian
ditemukan lah ratusan artefak tubuh manusia yang sedang berbaring dalam posisi
tenang seolah-olah tidur, yang lain berbaring meringkuk bersama-sama, sementara
yang lain menunjukkan ketegangan dan rasa sakit diterpa awan vulkanis. Keterkejutan
ini terlihat jelas dalam ekspresi mayat-mayat membatu yang ditemukan di
Pompeii. Disana juga ditemukan banyak pelayanan yang disediakan di kota
Pompeii, misalnya: Macellum (pasar raya menyediakan makanan), Pistrinum
(penggilingan gandum), Thermopolium (sejenis bar yang menyediakan minuman
dingin dan panas), cauporioe (restoran kecil), dan sebuah amfiteater.
Dari hasil anallisis terhadap batu
vulkanik dan serpihan atap genting menunjukan bahwa debu vulkanis yang
menyerang Kota Pompeii ini bersuhu 8500c dan mendingin hingga 3500c
pada saat tiba di Kota Pompeii. Laporan saksi mata satu-satunya yang bertahan
dan dapat diandalkan tentang peristiwa ini dicatat oleh Plinius Muda, namun ia pun meninggal tak lama setelah peristiwa ini
terjadi karena menghirup gas beracun dari letusan Gunung Vesuvius.
Kota
Pompeii pun ditetapkan sebagai salah satu situs bersejarah dunia oleh UNESCO
pada tahun 1997 dan menjadi tujuan wisata populer selama hampir 250 tahun. Kota
ini telah dikunjungi oleh sekitar 2,5 juta orang setiap tahun. Keunikan dan
saksi bisu artefak menjadi hal yang menarik bagi wisatawan.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar